Wayang Ukur

perjalanan kreatif Ki Sigit Sukasman, Yogyakarta

Ragam Rambut / Gelung Rambut Wayang Ukur.


Ragam Gaya Rambut Wayang Ukur Era 1978

Dipersiapkan pertama kali oleh Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets) pada 12 Maret 2011 pukul 6:01 ·
https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150208648276110

.

Ragam Gaya Rambut Wayang Ukur Era 1978

Sebetulnya, seperti rencana semula, Admin belum selesai mengunggah lengkap foto wayang panakawan Wayang Ukur.

Sedikit selingan, kali ini Admin ingin mengajak pembaca untuk melihat dekat ragam gaya rambut Wayang Ukur era 1978.

Terlihat sekali gugatan Ki Sigit Sukasman dalam hal gaya rambut yang diterapkannya ke Wayang Ukur 1978 , baik dalam bentuk sanggul maupun detail ornamen tatahannya.

Catatan ini hanya mengambil beberapa tokoh saja.

Mari kita coba lihat bersama.

Pertama kita lihat gaya rambut tokoh pria.

.

Sebelumnya mari kita lihat dulu tokoh Bima versi wayang kulit purwa klasik gagrag Surakarta. Foto ini milik Pak Sindhung Tjahjadi / Bima Karangjati.

.

                   Bima, gagrak Surakarta, klasik. Foto : Sindhung Tjahjadi /Bima Karangjati.

.

.

Dan, di bawah ini Bima dari Wayang Ukur era 1978.

.

Bima, Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama file : WU78 BAS2088.

 .

Bima, Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama arsip : WU78 BAS2044.

.

 Bima, Wayang Ukur era 1978. Foto : Mawan Sugiyanto. Nama arsip : WU78 MS851.

.

Admin : Suatu tawaran ekplorasi ragam gaya rambut , yang kesannya – bagi penikmat wayang klasik , (maaf) ugal-ugalan sak karepe dewe. Tapi tetap indah , menawan sebagai suatu eksplorasi.

.

Selanjutnya tokoh pria lain :

 

Antareja, Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama arsip : WU78 BAS2038.

 

Burisrawa, Wayang Ukur 1978. Foto : Mawan Sugiyanto. Nama arsip : WU78 MS828.

Admin : Burisrawa. Ornamen tatahan masih mirip klasik.

 

Cakil, Wayang Ukur era 1978. Foto : Mawan Sugiyanto. Nama file : WU78 MS837.

Admin : Cakil. Untuk tokoh hitam, ornamen tatahan berkesan awut-awutan ora jungkatan , cocok untuk ungkapan tokoh hitam. Rambute ngeset brodhol.

Di bawah ini tokoh wayang pria rambut gelung.

Mungkin, jaman sekarang disebut hairdo style.

 

Yudistira, Wayang Ukur 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama arsip : WU78 BAS2047.

 

Destarastra, Wayang Ukur 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama arsip : WU78 BAS2049.

Di bawah ini Kyai Semar Badranaya.

Rambutnya diwarnai putih kehijauan dengan detail. Klasik biasanya warna hitam polos.

Dengan warna kehijauan dengan aksen putih, kelihatan lebih ‘mrabawani’ .

Kuncunge … lha mbok mung kuncung ning kudu ana gaya ne . Nyetil .

 

Semar, Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama arsip : WU78 BAS2113.

Kedua, kita lihat ragam rambut tokoh putri.

Sebelumnya kita lihat dulu yang wayang klasik, tokoh Sembadra dari gagrag Cirebon.

( untuk gagrag Surakarta dan Yogyakarta, bentuk rambut dan ornamen tatahannya mirip ini).

 

Sembadra, gagrag Cirebon, klasik. Foto : Atjok DH.

Di bawah ini dua variant Sembadra Wayang Ukur era 1978.

 

Sembadra1, Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama arsip : WU78 BAS 2063.

Admin : Sembadra1. Mirip klasik.

 

Sembadra2 , Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama file : WU78 BAS2110

Admin : Sembadra2, pakai kuncir di atas. Gaul.

Dibanding Sembadra1, yang Sembadra2 ini berpenampilan lebih ‘muda’ , modis , casual .

Di bawah ini tokoh wanita dari lembah hitam, Sarpakenaka.

Rambute ya ngeset brodhol.

 

Sarpakenaka, Wayang Ukur era 1978. Foto : Budi Adi Soewirjo. Nama file : WU78 BAS2069.

Berikut ini tambahan untuk satu Wayang Ukur era 2000-an , foto gaya rambut Jakapitono ( Suyudana waktu muda ).

He3 … suasana muda … barangkali ‘ punk style ‘ … lha jaman samana Ki Sigit Sukasman durung nate wanuh rambut punk ( ? ).

Multiple spikes … kali.

 

Jakapitono, Wayang Ukur era 2000-an. Foto : Mawan Sugiyanto.

Bapak Stanley Hendrawidjaja, Bogor memberi catatan tentang Ragam Gaya Rambut Wayang Ukur era 1978

Disini terlihat sekali lagi dengan sangat jelas kegigihan dan kekayaan imajinasi Sigit Sukasman dalam pencariannya terhadap bentuk2 ornamen, anatomi, maupun bleger masing2 tokoh pewayangan sabagai ‘alternative yang lebih baik’ atau pengembangan dari figur2 yang telah ada dan dibakukan.

Namun lagi2 ia melihat — dengan berjalannya waktu — bahwa karyanya ternyata tidaklah seindah wayang klasik. Masih terngiang di telinga saya kata2nya: suatu design wayang baru, yang saya anggap lebih baik dari yang klasik pada awalnya, setelah saya evaluasi lagi beberapa lama kemudian (1 atau 2 tahun) ternyata malahan lebih jelek daripada yang klasik. Wayang2 dengan rambut mendekati realistis malahan kehilangan karakter wayangnya, sehingga ia kembali menerapkan tatahan seritan — baik serit blebegan yang sangat disukainya untuk tokoh2 alusan, maupun gayaman — pada wayang2nya lagi ..

Kemudian ada statement SS juga tentang bentuk kaki wayang. Pada tahun2 awal design WU ia mencoba membuat betis yang realistis, yaitu rata di bagian depan dan cembung (convex) di bagian belakang (lihat design Cakil 1978). Setelah dievaluasi lagi beberapa lama kemudian, lagi2 ia kecewa dengan ‘perbaikan’ yang dilakukannya dan akhirnya ditinggalkannya lagi, kembali ke bentuk klasik yang menampilkan bentuk betis cembung depan dan belakang, yang memang sama sekali tidak realistis …

Admin :

Bagaimanapun , apresiasi dan penerjemahan ekplorasi seni kriya terhadap wayang kulit purwa terbuka lebar bagi siapapun.

Waktu bergulir, jaman berjalan, ide kratif bisa bermunculan.

Silakan para penggiat seni kriya wayang.

Demikian pula, silakan para pelukis / illustrator wayang.

Salam,

Budi Adi Soewirjo

 

 

Komentar

 

 

 

 

Daniel McGuire Lovely. I would like to see more photos of Sukasman puppets. Can anyone tell me where to look?

 

12 Maret 2011 pukul 6:47 · Suka.

 

 

 

 

Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets)

McGuire > Hello, thanks for visiting. For some images of Sigit Sukasman’s puppets era 1978, 1988, 2000’s you may browse our foto albums here. We would update gradually, just time reason. Be patient.

 

For many 1988’s style images, you may vi

sit FB foto album of Stan Hendrawidjaja who – as we know so far – the one collect SS 1988’s puppets & fotos as well.

 

Hope you able to share your art critic and or comment to SS creations.

 

Warm regards, Budi Adi Soewirjo

 

12 Maret 2011 pukul 7:02 · Suka.

 

 

 

 

Midiyanto Mid The change of the design and wanda from old wayang should be given a thumbs up! I vote for it. The new wayang show the creativity of artists.

 

12 Maret 2011 pukul 7:44 · Suka.

 

 

 

 

Stan Hendrawidjaja McGuire: please feel free to have a look into my albums named WAYANG SSH (1), WAYANG SSH (2), and WAYANG UKUR (1). You’ll find some images of Sigit Sukasman’s puppets (called WAYANG UKUR) and photographs as well from the mid 80s to mid 90s that I have in my collection ..

 

12 Maret 2011 pukul 7:47 · Suka.

 

 

 

 

Ichwan Purba bagus… lain kali di muat karakter dan tinjauan psikologi masing-masing tokoh wayang. terima kasih.

 

12 Maret 2011 pukul 11:19 · Suka.

 

 

 

 

Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets) Sudah ditambahkan gaya rambut wayang ukur untuk Jakapitono. Kira-kira pendekatan apa ya yang digunakan untuk Jakapitono ini?

 

12 Maret 2011 pukul 12:44 · Suka.

 

 

 

 

Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets) Jakapitono … multiple spikes hair style (?)

 

12 Maret 2011 pukul 14:52 · Suka.

 

 

 

 

Stan Hendrawidjaja

Disini terlihat sekali lagi dengan sangat jelas kegigihan dan kekayaan imajinasi Sigit Sukasman dalam pencariannya terhadap bentuk2 ornamen, anatomi, maupun bleger masing2 tokoh pewayangan sabagai ‘alternative yang lebih baik’ atau pengemba

ngan dari figur2 yang telah ada dan dibakukan.

 

Namun lagi2 ia melihat — dengan berjalannya waktu — bahwa karyanya ternyata tidaklah seindah wayang klasik. Masih terngang di telinga saya kata2nya: suatu design wayang baru, yang saya anggap lebih baik dari yang klasik pada awalnya, setelah saya evaluasi lagi beberapa lama kemudian (1 atau 2 tahun) ternyata malahan lebih jelek daripada yang klasik. Wayang2 dengan rambut mendekati realistis malahan kehilangan karakter wayangnya, sehingga ia kembali menerapkan tatahan seritan — baik serit blebegan yang sangat disukainya untuk tokoh2 alusan, maupun gayaman — pada wayang2nya lagi ..

 

Kemudian ada statement SS juga tentang bentuk kaki wayang. Pada tahun2 awal design WU ia mencoba membuat betis yang realistis, yaitu rata di bagian depan dan cembung (convex) di bagian belakang (lihat design Cakil 1978). Setelah dievaluasi lagi beberapa lama kemudian, lagi2 ia kecewa dengan ‘perbaikan’ yang dilakukannya dan akhirnya ditinggalkannya lagi, kembali ke bentuk klasik yang menampilkan bentuk betis cembung depan dan belakang, yang memang sama sekali tidak realistis …

 

12 Maret 2011 pukul 20:44 · Batal Suka · 2.

 

 

 

 

Michael Richardson Kreativitas Bapak Sukasman memberi inspirasi kepada saya sendiri supaya bisa membuat ” Wayang Amerika ” dengan Red String Wayang Theatre. Sangat bagus, namanya Bapak Sukasman masih menerima perhatian istimewa.

 

13 Maret 2011 pukul 1:01 · Batal Suka · 2.

 

 

 

 

Mawan Sugiyanto ‎@Michael : silahkan diupload Pak, untuk saling apresiasi dalam perkembangan wayang.

 

13 Maret 2011 pukul 8:32 · Suka.

 

 

 

 

Michael Richardson Mawan: I am not very skilled with computers. Please go to

” Red String Wayang Theatre” on FACEBOOK.. and you can see many pictures.

 

13 Maret 2011 pukul 19:51 · Suka.

 

 

 

 

Joko Khelek Kecenderungan ornamentik da semangat perubahan Mbah Kasman yang berlebihan kadang membuat karakter Wayang jadi agak pethakilan (over acting). Kalau masih sugeng komentar ini pasti di debat 7 malam…

 

13 Maret 2011 pukul 20:50 · Suka · 1.

 

 

 

 

Joko Khelek Saya suka Werkudoro punya Mabh Kasman pada gambar paling atas…

 

13 Maret 2011 pukul 20:51 · Suka.

 

 

 

 

Bima Karangjati ‎…….perjalanan rohani dalam rangka menemukan keindahan ultimate…yang eloknya, justru kembali ke klasik…..

 

23 Maret 2011 pukul 9:05 · Suka.

 

 

 

 

Tjak Bari Menawi kepareng kulo badhe nyuwun gambar tokoh Bima versi wayang kulit purwa klasik gagrag Surakarta ingkang wetah, matur nuwun sakderengipun

 

9 November 2011 pukul 15:55 · Suka

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: