Wayang Ukur

perjalanan kreatif Ki Sigit Sukasman, Yogyakarta

Wayang Ukur era 1978 Tersimpan di PSTK ITB.


Dua buah album foto Wayang Ukur pernah dipersiapkan di halaman Facebook group Wayang Nusantara tahun 2011. Pada waktu itu sudah terpikir untuk membuat sebuah blog khusus Wayang Ukur. Sementara blog tersebut belum terbentuk, maka foto-foto wayang ukur era 1978 – yang sekarang tersimpan di PSTK  ITB – ditampilkan di halaman Facebook group Wayang Nusantara.

Di bawah ini catatan untuk album tersebut :

.

1. Album pertama.

Album foto ini didedikasikan untuk menampilkan Wayang Ukur karya alm Ki Sigit Sukasman era tahun 1978 ~ 1979, yang saat ini tersimpan di PSTK ITB ( Perkumpulan Seni Tari & Karawitan – Institut Teknologi Bandung ).

Pada tahun 1978 ~ 1979 , almarhum Ir Suhartoyo memotori suatu kegiatan ekplorasi wayang ukur bersama almarhum Ki Sigit Sukasman dan PSTK – ITB. Waktu itu sebutannya adalah Wayang Indonesia ( meskipun pada waktu itu menerima kritik bahwa wayang tersebut belum bisa dinamai Wayang Indonesia karena unsur Jawa nya sangat dominan dan belum mengandung unsur budaya non-Jawa ). Bagaimanapun pentas wayang tersebut sudah memakai bahasa Indonesia sepenuhnya. Cerita, dialog, lagu pengiring adalah ciptaan almarhum Ki Sigit Sukasman dengan tambahan lagu ciptaan almarhum Ki Nartosabdo.

Pentas tersebut dimulai dengan munculnya dua ekor burung garuda dan diiringi lagu bertemakan burung garuda. Kalimat pertama lagu berbunyi : “ Dua ekor Garuda ….. “ . Wayang garuda ini dibuat dari kulit tembus cahaya ( transparan ), warnanya tembus dengan bagus.

[ Dengan segala hormat kepada alm Ki Sigit Sukasman. Pada waktu itu, mahasiswa PSTK ITB suka guyonan khas mahasiswa ( tanpa maksud apa-apa yg buruk ), kalau mau latihan suka pada ngajak temannya begini : “ Ayo latihan wayang dua ekor … “ ]

Tgl 20 Pebruari 2011 saya Budi Adi Soewirjo ( alumni PSTK ITB & penggiat wayang di dunia maya ), dik Mawan Sugiyanto ( penggiat wayang digital pengasuh laman e-wayang ), mas Bram Palgunadi ( penggiat PSTK ITB, yg kala th 1979 an terlibat ekplorasi pentas wayang ukur di ITB bersama alm Ki Sigit Sukasman, alm Ir. Suhartoyo, rekan2 PSTK ITB ; saat ini penggiat wayang di Bandung ), mas Hoetomo Djoko Wijoto ( alumni PSTK ITB & penggiat tari Jawa di Jakarta ) ; sudah memotret kurang lebih 67 an wayang ukur karya alm Ki Sigit Sukasman era 1978 ~ 1979 yang tersimpan di PSTK ITB.

Foto-foto  tsb akan secara berkala kami unggah ke album foto di group Facebook Wayang Nusantara. Akan sangat menarik mengamati karya alm Ki Sigit Sukasman yang era 1978 dan kemudian membandingkan dengan yang era pertengahan 1980 an ( koleksi P Stan Hendrawidjaja, Bogor ). Dari pengamatan tersebut kita akan bisa mengikuti perjalanan kreatif almarhum Ki Sigit Sukasman, serta meng apresiasi keindahan karya-karya kreatif tersebut.

Semoga penampilan foto-foto  tersebut nantinya bisa bermanfaat bagi kita semua.

Nuwun.
Budi Adi Soewirjo

.

2. Album kedua.

Album kedua ini berisi foto-foto yang dibuat Dewi Kirana Wu, Pekanbaru pada 01 Mei 2011.

Catatan dari Dewi Kirana Wu, Pekanbaru :

ps: foto ini tanda apresiasi saya akan wayang di nusantara. semoga teman2 sesama pecinta wayang dapat menikmatinya. terimakasih banyak p Budi S , p Bram P dan mas Rangga yang sudah banyak membantu selama berlangsung nya sesi pemotretan.

potograper : Dewi Kirana Wu

Komentar-komentar :

Mawan Sugiyanto, Depok :

sip foto wayang dua burung .. lebih dekat. Kalau yang kemarin maunya upload per waktu. sip sip .. wah kameranya lebih OK
4 Mei 2011 pukul 9:28 ·

Bram Palgunadi, Bandung :

Maaf Mbak Dewi Kirana dan Mas Budi Adi, hari Minggu kemarin itu saya benar-benar kepingin tidur, setelah delapan hari nggak tidur dengan benar. Jadi maaf sekali nggak bisa menemani motret Wayang Dua Ekor (Wayang Ukur)….
4 Mei 2011 pukul 10:40 ·

Mawan Sugiyanto, Depok :

oh iya . Dua Ekor
4 Mei 2011 pukul 11:07 ·

Bram Palgunadi, Bandung :

Ya disebut Wayang Dua Burung juga nggak apa-apa, kan memang ada dua burung…. Kalau sebutan ‘dua ekor’ itu asalanya dari syairnya Mbah Narto Sabdho almarhum yang bunyinya: “Dua ekor garuda melayang….” he he..
4 Mei 2011 pukul 11:17 ·

Bram Palgunadi, Bandung :

Nanti, lain kali jika ada kesempatan, ada baiknya kita buat foto wayang golek koleksinya Mas Tutun Hatta Saputra, yang juga bagus-bagus……. Dua di antaranya, Togog dan Sarawita, dikoleksi Mas Sam Askari, bentukrupanya bagus sekali lo….
4 Mei 2011 pukul 11:20 ·

Michael Richardson, USA :

10,000 x terima kasih! Ini pertama kali saya lihat kebanyakkan contoh2 ini.
4 Mei 2011 pukul 23:30 ·

Aryo Sunaryo ArtiStudio, Semarang :

sy sangat mengapresiasi pendokumentasian wayangukur ini. kameranya juga cukup bagus. sayang background-nya kain. seandainya pakai kertas duplek (karton dus, tp diambil bagian yg putih) hasilnya akan lebih baik….
5 Mei 2011 pukul 0:31 ·

Budi Soewirjo, Tangerang Selatan :

Dua jempol diacungkan ke atas. Salut utk mbak Dewi Kirana Wu yg tlh mendedikasikan empat hari waktunya jauh2 datang dari Pekanbaru khusus utk menghadiri acara2 n mendokumentasikan kegiatan Bandung Wayang Festival. Di hari terakhir dengan kuat menghadiri acara seminar dari pagi terus dilanjutkan pentas sore n semalam suntuk pentas wayang kulit purwa. Keesokan harinya ikut bersama rombongan truk pengangkut gamelan kembali (dari Itenas) ke PSTK ITB. Langsung dilanjutkan pemotretan wayang ukur era 1978 an yang tersimpan di PSTK ITB. Dan tak terlalu lama hasil foto sdh di unggah ke laman Wanus. Smg semangat apresiasi mbak Dewi Kirana Wu menulari n menginspirasi generasi muda Nusantara untuk terus meng-apreiasi serta mengembangkan wayang Nusantara. Salam hangat.
5 Mei 2011 pukul 10:30 ·

Budi Soewirjo, Tangerang Selatan :

Utk sesi pemotretan di PSTK ITB, trm ksh diucapkan kepada Ketua n Pengurus baru PSTK ITB, juga sdr Rangga (yang aku baru kenal di pentas wayang kulit purwa hari terakhir BWF, pemuda yg menggeluti komunikasi visual n fotography), juga Sdr Bogi (yg menyempatkan diri membantu di sela2 tugasnya menguraikan pertanggung jawaban pengurus lama PSTK ITB), Sdr. Wahid, dll yang tidak bisa disebut satu2.
5 Mei 2011 pukul 10:35 ·

Budi Soewirjo, Tangerang Selatan :

@ m Aryo, Smg > trm ksh sarannya.
5 Mei 2011 pukul 10:36 ·

Budi Soewirjo, Tangerang Selatan :

Pada saat pemotretan, saya minta mbak Dewi utk memotret figure utuh kmdn dilanjutkan tembakan ke bagian-bagian detail : kepala, tangan n badan, kaki, kelat bau, gelang kaki dan bagian lain yg menarik. Di maksudkan agar dokumentasi ini bisa jadi bahan kajian siapapun yang ingin tahu terinci dari wayang ukur. Rangkaian foto yang seperti ini yang akan saya usulkan kepada rekan2 penggila wayang lain utk bisa diunggah ke server wayang di host komputer UGM . … Ayo institusi atau pribadi mana lagi di Indonesia yang sukarela menyediakan komputernya untuk host file digital wayang Nusantara … he3 … maaf … sedikit menyemangati yang lain.
5 Mei 2011 pukul 10:42 ·

Budi Soewirjo, Tangerang Selatan :

Setelah mbak Dewi unggah foto-foto Wayang Ukur era 1978 ini, tugas saya memberikan keterangan tentang foto tersebut, terutama nama tokoh. Mohon sabar ya. Sekalian jika ada pembaca yang mempunyai data atau info lain silakan berbagi. Kemudian setelah itu koordinasi kembali dgn p Stanley Hendrawidjaja di Bogor untuk study-komparasi ( niatannya … mudah2 terlaksana ) dengan Wayang Ukur era 1988 yang fisiknya atau foto2nya banyak dimiliki beliau. Semoga perjalanan kreatif ki Sigit Sukasman sedikit demi sedikit bisa di-napak tilas-i oleh generasi muda Nusantara. Salam
5 Mei 2011 pukul 10:46 ·

Budi Soewirjo, Tangerang Selatan :

Kepada rekan2 PSTK ITB yang sekitar 1978 ~ 1980 ( Iskandar Sumowiloto, Lukman Samboja) yang terlibat langsung pakeliran Wayang Ukur di ITB, mohon bisa berbagi tulisan apa saja ttg pentas tsb. Tentang cerita / lakon, tentang syair2 gending nya, juga tentang pengalaman ber-ekplorasi dengan Ki Sigit Sukasman. Kita kumpulkan kembali semua kenangan tersebut. … Kalau jaman sekarang kan populernya … Tribute to Ki Sigit Sukasman.
5 Mei 2011 pukul 10:54 ·

Lukman Samboja, Bandung :

Baik mas Budi, nanti dikumpulkan lagi arsip2 waktu pentas wayang ukur / dua ekor / indonesia.
5 Mei 2011 pukul 15:56 ·

Bp Pstk Itb, Bandung :

Terimakasih juga sudah mau mendokumentasikan wayang kami Pak, kami kebetulan belum sempat2..niki belum semua diupload nggih? di arsip kami ada pementasan wayang ukur ’96, syukuran gamelan baru Kyai Sekar Ganesha Lokananta lakon “Jalan Pembebasan” masih lengkap..
7 Mei 2011 pukul 11:22 ·

Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets), Jakarta :

@ Lukman S, dan PSTK ITB > Trm ksh respons nya. Mari silakan dikumpulkan utk disusun menjadi suatu tampilan yang menarik.
8 Mei 2011 pukul 3:24 ·

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: