Wayang Ukur

perjalanan kreatif Ki Sigit Sukasman, Yogyakarta

Cakil – sorotan khusus (1) – wayang ukur.


Cakil Wayang Ukur era 1978 karya alm Ki Sigit Sukasman, Yogyakarta

dipersiapkan sebelumnya di Wayang Nusantara (Indonesian Shadow Puppets) pada 24 Februari 2011 pukul 16:40 ·
https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150194180996110

.

Cakil Wayang Ukur era 1978 karya alm Ki Sigit Sukasman, Yogyakarta

Imajinasi kreatif Ki Sigit Sukasman menciptakan peraga Cakil, lihat sinar matanya yang ‘ julig ‘ , ‘ culika ‘. Dan patut dibicarakan disini adalah perlengkapan busana nya yang demikian lain dibanding wayang kulit purwa klasik. Segala sesuatunya berasal dari lembah ‘hitam’. Suatu penciptaan – pada waktu itu – yang sangat mengagetkan bebrayan wayang , saking berbedanya dengan yang sudah ada. Namun sebagai penciptaan seni kriya, boleh dikata suatu karya ‘ menggebrak ‘ yang indah.

.

CAKIL. Bandul kalung kelelawar hijau.
Wayang Ukur era 1978. Tersimpan di PSTK ITB.
Foto : Mawan Sugiyanto, Depok.

.
Bandhul kalungnya berbentuk kelelawar hijau, lawa ijo – katon kaya cruel vampire. Barangkali kalau ditanya Cakil ‘ wanda ‘ apa ini , jawaban plesetannya adalah Cakil wanda lawa ijo .

[ Di era awal 1970-an s/d pertengahan 1970-an penerbit koran dan buku Kedaulatan Rakyat Yogyakarta menerbitkan buku serial cerita silat bernuansa sejarah “ Nagasasra dan Sabuk Inten “ karya SH Mintarja. Dalam cerita itu ada dua tokoh sentral pendekar silat , satu abdi dalem dari aliran ‘putih’ bernama Rangga Tohjaya alias Mahesa Jenar dan lawannya satu perampok dari aliran ‘sesat’ bernama Lawa Ijo menguasai Alas Mentaok.

Seluruhnya serial ini ada 29 jilid yang terbit satu jilid per bulan. Menjadi best seller dan juga dipentaskan di ketoprak serta disiarkan sebagai drama radio ber-tahun-tahun kemudian. Tidak diketahui , apakah dalam pemilihan wujud lawa ijo dipakai sebagai bandul kalung ini Ki Sigit Sukasman ter-inspirasi dari cerita tersebut. ]

.

CAKIL. Sosok penuh.
Wayang Ukur era 1978 tersimpan di PSTK ITB.
Foto : Budi Adi Soewirjo.

.

Wajah CAKIL.
Wayang Ukur era 1978 tersimpan di PSTK ITB.
Foto : Budi Adi Soewirjo.

.

.

Melihat wujud Cakil ini , dalang degleng dari Wayang Nusantara bergumam :

Pacandrane sang Kyai Cakil jahil methakil , … Gendirpenjalin … :

Rikma gimbal tanpa tumata ngore kadi keset brodhol,

Jenggot ngrembyah dawa pating saluwir ngoyod waringin.

Jamang naga wengis,

Sumping bango thonthong nyupit mina,

Kalung lawa ijo mangiwi-iwi,

Kelat bahu sarpa tumungkul,

Gagang curiga bajul ngablag,

Gagang klewang taksaka angisis siyung angumbar ilat,

Gelang tangan nama asta ginubet ula,

Gelang suku nama peksi anyengkrem welut.

.

.

Foto detail dari Cakil ini ( kami sebut Cakil1 ) akan kami unggah di album foto “Wayang Ukur 1978 yang tersimpan di PSTK ITB” .

Di kotak penyimpanan wayang ukur di PSTK ITB ( Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan – Institut Teknologi Bandung ) kami dapatkan dua buah Cakil yang berbeda satu sama lain . Foto Cakil2 akan kami unggah berikutnya di album yang sama.

Mugi sadaya tansah pinaringan karahayon. Amin.

Salam,
Budi Adi Soewirjo

.

Kelatbau / Gelang lengan CAKIL.
Wayang Ukur 1978 tersimpan di PSTK ITB>
Foto : Budi Adi Soewirjo

.

.

Di suatu pentas wayang kulit purwa , lewat tengah malam hampir Perang Kembang :

Satria :

Buta … buta … idumu pating caliprat. Buta … sapa pracekamu , endi dhangkamu ?

Dene reroncening sandhanganmu … kok ‘ fashionable ‘ men.

Buta :

Gus … keparat , ditakoni jeneng durung ngaku , ndadak nyandhak praceka nyandhak dhangka.

Ngertia gus … ya aku iki Kala Klanthangmimis Metrosexual , … mburi saka alas Krendha Wahana tanggane Situ Gintung sing bar ambrol …

Lakuku mrene mampir pasar Tanah Abang mepaki ‘ accessories ‘ ku ben luwih metal , luwih nggegirisi.

Aja bacut lakumu gus … kudu bali … kudu bali … Aku sing mandegani buta-buta metal sing njaga dalan iki.

Satria :

Ora ana gawar kentheng sing ngalangi lakuku.

Yen ana rambut buta anggubet pada tak pagas curiga rantas mara mindoa.

B : Babo … babo … kendel men kowe gus. … Wani karo aku.

S : Apa sing tak wedeni.

B : Kaci dhuwur !

S : Kurang dhuwur ancik-ancika haldaka.

B : Kaci gedhe !

S : Kurang gedhe kemula mega.

B : Kaci sugih japa mantra !

S : Ora ana jamake satria meguru marang bathange buta.

B : Babo … babo … kumalukung kowe gus !

S : Buta … buta … kopat kapita kaya ula tapak angin kekejera kaya manuk branjangan , ora-ora yen tak ungkuri.

B : Oooiii … kendel temenanan kowe gus. Sing ati-ati … lena pangendamu, kecandhak sabetke kemudha sumyur kuwandhamu.

Dog, dog, dog … tlak … JRRREEENG … Ladrang Kemuda pelog patet 6 … wis jiiiaaan jos … jos …

JRRREEENG ditulis panjang dengan huruf besar semua karena semua instrument balungan dibunyikan dengan segera bersama sekeras-kerasnya. Istilah karawitannya “ Buka ….. “ (apa ya?) . Kalau pengakhiran lagu dengan irama cepat dan dipukul keras, istilah karawitannya “ Suwuk Gropak “.

[ Umyung perang rame … sansaya suwe Klanthangmimis keteter meh kasoran jurit … eee Klanthangmimis mundhuk-mundhuk mrepegi sang Satria karo bisik-bisik arih swaranyo :

“Gus … penake sampeyan aja terus … melu aku wae ngancani nonton pentas ‘ Iron Maiden ‘ … “ ]

Salam,
Budi Adi Soewirjo.

.

.

** Bahagia sekali , P Stanley Hendrawidjaja dari Bogor berkenan menyumbang tampilan foto Cakil Wayang Ukur yang era 1985 yang dipotret dari Wayang Ukur koleksi beliau. Beliau mempunyai banyak koleksi Wayang Ukur era 1985 ~ 1989. Dengan seijin belaiu , foto-fotonya sebagian sudah ditampilkan di album foto Wayang Nusantara.

Inilah Cakil Wayang Ukur 1985 :

.

CAKIL. Wayang Ukur era 1985.
Koleksi wayang dan foto : Stan Hendrawidjaja, Bogor.

.

.

*** Kita lebih bahagia lagi, dik Mawan Sugianto dari Depok ternyata mempunyai foto Cakil Wayang Ukur era 1992 yang dipotret di pentas Wayang Ukur tanggal 29 Agustus 2010 di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah, sbb :

Kaki dan plemahan CAKIL.
Wayang Ukur 1992, dipakai pentas 29 Agustus 2010 di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Jakarta Timur.
Foto : Mawan Sugiyanto, Depok.

Terlihat di palemahan tertulis 27-11-92. Foto : Mawan Sugiyanto.

.

CAKIL. Wayang Ukur 1992, dipakai pentas 29 Agustus 2010 di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Jakarta Timur.
Foto : Mawan Sugiyanto.

Terlihat di palemahan tertulis 27-11-92. Foto : Mawan Sugiyanto

.

.

Dengan penampilan foto yang urut dari era 1978, era 1985, era 1992 pembaca akan bisa mengikuti perjalanan kreatif alm Ki Sigit Sukasman .

Kami – Stanley Hendrawidjaja, Budi Adi Soewirjo, Mawan Sugiyanto – jika tidak ada aral melintang akan berusaha menampilkan Wayang Ukur tokoh-tokoh lain tetapi berbeda tahun pembuatannya sebagai bahan bersama untuk lebih memahami dan meng apresiasi Wayang Ukur.

Salam,

BAS

.

.

Salinan komentar-komentar di Facebook : klik di sini.

.

Single Post Navigation

One thought on “Cakil – sorotan khusus (1) – wayang ukur.

  1. Ping-balik: Cakil – sorotan khusus (2) – wayang ukur. | Wayang Ukur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: